PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DOKTER

Oleh: Anggy Afriani (0910313232)

Biro Kestari MRC 2011/2012

Permasalahan yang sering terjadi di masyarakat yaitu kebiasaan masyarakat membeli dan mengonsumsi antibiotik secara bebas tanpa resep dokter di warung atau di apotek apabila mereka demam. Hal ini terjadi karena masyarakat berpendapat bahwa biaya berobat ke dokter mahal dan obat yang diresepkan oleh  dokter  merupakan obat yang biasa diberikan kalau mereka pergi berobat dengan keluhan demam. Namun, masyarakat sendiri tidak mengetahui akibat dari pemakaian antibiotik yang sembarangan bagi tubuh mereka.

Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba,terutama jamur, yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain, seperti bakteri (Farrmakologi dan Terapi FKUI, 2009). Penggunaan terapeutik obat ini di klinik atau di pelayanan kesehatan bertujuan untuk membasmi mikroba penyebab infeksi,  bukan infeksi yang disebabkan oleh virus.

Antibiotik merupakan obat untuk membasmi mikroba, obat ini bekerja dengan cara mengganggu metabolisme sel mikroba, menghambat sintesis dinding sel mikroba, mengganggu permeabilitas membran sel mikroba, menghambat sintesis protein sel mikroba, atau menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba.

Dalam tujuaanya sebagai terapi, untuk memutuskan perlu-tidaknya pemberian antibiotik pada suatu infeksi, perlu diperhatikan berbagai faktor, antara lain perlu diperhatikan gejala yang timbul pada pasien, jenis dan patogenisitas mikrobanya,  kesanggupan sistem daya tahan tubuh dari pasien itu sendiri melawan infeksi, dan haruslah dipertimbangkan berdasarkan pengalaman dokter yang mengobati pasien.  Oleh karena itu, sangat penting penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter.

Gejala demam yang umum dirasakan oleh pasien merupakan gejala sistemik penyakit infeksi paling umum, dan tidak selalu bisa dijadikan indikator untuk pemberian antibiotik. Demam dapat disebabkan oleh penyakit infeksi virus dan penyakit noninfeksi , yang pengobatannya tidak bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik atau bukan indikasi pemberian antibiotik.

Setelah dokter menetapkan perlu diberikan antibiotik pada pasien, dokter harus memilih jenis antibiotik yang tepat, serta menentukan dosis dan cara pemberiannya . Dalam memilih jenis antibiotik yang tepat harus dipertimbangkan faktor sensitivitas mikrobanya terhadap antibiotik, keadaan tubuh pasien, dan faktor biaya pengobatan. Hal tersebut perlu diperhatikan karena antibiotik merupakan golongan obat B, yaitu obat yang diberikan sesuai indikasi yang jelas dan terbatas penggunaanya.Selain itu, penggunaan antibiotik juga  dapat menimbulkan berbagai efek samping.

Efek samping penggunaan antibiotik dapat dikelompokkan menurut reaksi alergi, reaksi toksik, serta perubahan biologik dan metabolik pasien. Reaksi alergi dapat ditimbulkan oleh semua antibiotik dengan melibatkan semua sistem imun tubuh pasien, dan terjadinya tidak bergantung pada dosis obat sehingga sebelum pemberian antibiotik harus ada informasi apakah pasien ada alergi dengan obat atau untuk memastikannya dilakukan tes sensitifitas pada pasien terhadap antibiotik yang akan diberikan. Selain itu, antibiotik dapat menimbulkan reaksi toksik karena umumnya semua antibiotik kecuali penisilin sifatnya relatif toksik, misalnya golongan aminoglikosida pada umumnya bersifat toksik terhadap N. VIII, golongan tetrasiklin yang dapt menimbulkan gangguan pada pertumbuhan jaringan tulang, termasuk gigi sehingga tetrasiklin sekarang jarang dipakai. Adanya perubahan biologik dan metabolik pada tubuh pasien terjadi karena ketidakseimbangan lingkungan flora normal yang ada pada tubuh. Ketidakseimbangan disini maksudnya adalah  adanya penggunan antibiotik yang tidak diketahui jenis mikrobanya dapat mengganggu keseimbangan lingkungan mikroflora normal yang ada di tubuh sehingga terjadi peningkatan jumlah mikroflora yang dapat menjadi patogen. Gangguan keseimbangan ini dapat terjadi di saluran cerna, saluran napas, kelamin, dan kulit. Pada beberapa keadaan, hal ini bisa berlanjut kepada keadaan superinfeksi, yaitu infeksi baru yang ditimbulkan oleh mikroba yang dominan pertumbuhannya akibat penggunaan antibiotik yang tidak diketahui jenis mikrobanya (antibiotik spektrum luas).

Selain menimbulkan efek samping seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan antibiotik secara bebas dapat menimbulkan resistensi. Resistensi adalah mikroba tahan terhadap antibiotik yang diberikan. Mekanisme terjadinya resistensi ini bisa berupa obat tidak dapat mencapai tempat kerjanya di dalam sel mikroba, inaktivasi obat, atau mikroba mampu mengubah temap ikatan antibiotik. Hal ini terjadi karena penggunaan antibiotik yang sering, penggunaan antibiotik yang sering digunakan biasanya akan berkurang efektivitasnya, penggunaan antbiotik yang irasional, penggunaan antibiotik yang berlebihan, atau penggunaan antibiotik untuk jangka waktu lama.

Maka sudah jelas, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penggunaan antibiotik secara bebas atau sembarangan dan tanpa resep dokter dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, apabila mengalami demam sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter agar dokter bisa memutuskan apakah antibiotik perlu digunakan atau tidak untuk mengobati demam tersebut.

 

Sumber:

Staf Bagian Farmakologi FKUI. 2007. Farmakologi dan Terapi ed. 5 Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. Jakarta: Gaya Baru

About these ads

About mrcfkua

MRC BEM KM FK UNAND : Aktif dan Prestatif ! Medicalstudent Research Centre Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (MRC BEM KM FK Unand), berdiri pada 24 Agustus 2004, merupakan UKMF yang memiliki ranah kerja: penelitian, kegiatan ilmiah, dan karya ilmiah. Dalam kepengurusan 2011/2012: Ketua Umum : Muhammad Helri Arif Sekretaris Umum : Mutia Lailani Bendahara : Afriyeni Sri Rahmi Terdiri dari Departemen Ilmiah, Departemen Kaderisasi, Biro Informasi dan Komunikasi, Biro Dana dan Usaha, Biro Kesekretariatan, dan Departemen Penelitian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s